Sabtu, 04 Juli 2020

HASIL ANALISIS UNSUR BERITA MATA KULIAH DOKUMENTASI & KEPUSTAKAAN

HASIL ANALISIS UNSUR BERITA
MATA KULIAH DOKUMENTASI & KEPUSTAKAAN


Nama : Kania Nurhaliza
Kelas : PB 2A
NIM : 1906321051


Hasil Analisis Unsur Berita pada Media Online Per Bulan Juni 2020

BERITA 1 

Italia Buka Kembali Lokasi Wisata Bagi Pelancong Eropa Usai 3 Bulan Lockdown

             Italia dibuka kembali untuk para pelancong dari Eropa pada hari Rabu, 3 Juni 2020. Tiga bulan setelah negara itu mengunci diri atau lockdown dari penyebaran Virus Corona COVID-19, dengan semua harapan disematkan untuk menghidupkan kembali industri pariwisata utama saat musim panas dimulai. Wisatawan yang berbulan madu atau para pasangan akan juga bisa beradu akting ala Romeo dan Juliet di balkon Verona yang terkenal, dan penggemar gladiator dapat berpose untuk selfie di Colosseum. Tetapi ada kekhawatiran banyak turis asing yang bisa saja mengalami penundaan penerbangan lantaran Virus Corona. Italia adalah negara Eropa pertama yang terkena dampak Virus Corona dan secara resmi melaporkan lebih dari 33.000 kematian. Negara ini memberlakukan kuncian yang melumpuhkan secara ekonomi pada awal Maret dan sejak itu jumlah penularannya menurun secara dramatis. Dengan negara yang menghadapi resesi terdalam sejak Perang Dunia II, perlu orang asing untuk kembali, dan dengan cepat mampu perekonomian.

Unsur-unsur berita :
What (Apa yang terjadi?) : Italia buka kembali lokasi wisata untuk para pelancong dari Eropa setelah 3 bulan lockdown.
Who (Siapa yang terlibat?) : Yang terlibat dalam peristiwa tersebut yaitu Pemerintah Eropa, Gubernur wilayah Selatan Jole Santtelli, dan Menteri 
Where (Dimana peristiwa itu terjadi?) : Peristiwa tersebut terjadi di Roma, Italia.
When (Kapan peristiwa itu terjadi?) : Peristiwa itu terjadi sejak Rabu,3 Juni 2020
Why (Mengapa peristiwa itu terjadi?) : Di bukanya kembali lokasi wisata bagi para pelancong dari Eropa setelah 3 bulan lockdown karena untuk menghidupkan kembali industri pariwisata utama saat musim panas dimulai.
How (Bagaimana proses dari kejadian tersebut?) : Dibukanya lokasi wisata tersebut tidak membuat pemerintah italia lupa untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan yg telah dibuat untuk warga italia ataupun turis. Yang bertujuan agar dibukanya lokasi wisata ini tidak merdampak buruk/memperburuk penyebaran Covid-19 di Italia.


BERITA 2

Jerman Belum Bayar, Trump Tarik Pasukan AS dari Berlin

             Presiden Donald Trump memutuskan akan menarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Jerman hingga lebih dari separuhnya. Alasannya, Berlin bertindak nakal dengan menunggak pembayaran kepada Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Keputusan Trump diumumkan hari Senin di Washington. Mengutip laporan Reuters, Selasa (16/6/2020), berdasarkan pertemuan meja bundar tentang "Fighting for America's Seniors" presiden AS mengumumkan bahwa penempatan pasukan Amerika di Jerman akan berkurang menjadi 25.000 tentara. Menurut data cek fakta CNN, apa yang disebut utang oleh Trump itu mengacu pada target NATO yang mendesak setiap anggotanya untuk membelanjakan 2 persen dari PDB-nya untuk pertahanan. Duta Besar Jerman untuk AS Emily Haber mengonfirmasi pada hari Senin bahwa Pentagon telah menerima perintah untuk melaksanakan pengurangan pasukan AS di Jerman. Pengumuman Trump itu menyusul penerbitan surat 22 anggota Komite Layananan Bersenjata Parlemen AS dari Partai Republik kepada Trump. Surat itu bersisi penentangan mereka atas rencana presiden untuk memangkas jumlah pasukan Amerika di Jerman.

Unsur-unsur berita :
What (Apa yang terjadi?) :  Jerman belum bayar, Presiden Donald Trump memutuskan akan menarik pasukan Amerika Serikat (AS) dari Jerman hingga lebih dari separuhnya.
Who (Siapa yang terlibat?) : Yang terlibat dalam peristiwa tersebut yaitu Pemerintah AS, Presiden Donald Trump  dan Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump, pasukan Amerika Serikat dari Berlin, NATO.
Where (Dimana peristiwa itu terjadi?) : Peristiwa tersebut terjadi di Washington, Amerika Serikat (AS).
When (Kapan peristiwa itu terjadi?) : Peristiwa itu akan berlangsung pada tanggal 16 Juni 2020.
Why (Mengapa peristiwa itu terjadi?) : Alasannya,Berlin bertindak nakal dengan menunggak pembayaran kepada Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO)."Jerman seperti yang Anda tahu...menunggak pembayaran mereka ke NATO," kata Trump, yang mengklaim Berlin berutang miliaran dolar kepada NATO.
 (Bagaimana proses dari kejadian tersebut?) : Keputusan Trump diumumkan hari Senin di Washington. Mengutip laporan Reuters, Selasa (16/6/2020), berdasarkan pertemuan meja bundar tentang "Fighting for America's Seniors" presiden AS mengumumkan bahwa penempatan pasukan Amerika di Jerman akan berkurang menjadi 25.000 tentara.apa yang disebut utang oleh Trump itu mengacu pada target NATO yang mendesak setiap anggotanya untuk membelanjakan 2 persen dari PDB-nya untuk pertahanan. Duta Besar Jerman untuk AS Emily Haber mengonfirmasi pada hari Senin bahwa Pentagon telah menerima perintah untuk melaksanakan pengurangan pasukan AS di Jerman. Pengumuman Trump itu menyusul penerbitan surat 22 anggota Komite Layananan Bersenjata Parlemen AS dari Partai Republik kepada Trump. Surat itu bersisi penentangan mereka atas rencana presiden untuk memangkas jumlah pasukan Amerika di Jerman.



BERITA 3

Polri Sebut Kriminalitas Naik 38,45 Persen Jelang New Normal

        Polri mencatat kenaikan angka kriminalitas sebesar 38,45 persen pada pekan ke-23 dan ke-24 di 2020 atau awal periode adaptasi new normal pada Juni. Rinciannya, sebanyak 4.244 kasus pada minggu ke-23, dan pada minggu ke-24 sebanyak 5.876 kasus. "Atau mengalami kenaikan sebanyak 1.632 kasus," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan, Selasa (16/6). Pada periode ini, Polri mencatat ada lima kasus besar yang termasuk dalam jenis kejahatan konvensional. Pertama, pencurian dengan pemberatan meningkat sebanyak 282 kasus atau 68,61 persen. Kedua, kasus penggelapan naik sebanyak 421 kasus atau 42,71 persen. Ketiga, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda dua naik sebesar 98,25 persen atau sebanyak 226 kasus. Keempat, kasus narkotik naik 94 kasus atau sebesar 14,48 persen. Kelima, kasus perjudian meningkat sebanyak 104 kasus atau sebesar 100 persen. Awi menuturkan kenaikan angka kriminalitas itu diduga karena masa transisi menuju tatanan kehidupan baru (new normal) saat pandemi Virus Corona.

Unsur-unsur berita :
What (Apa yang terjadi?) : Polri mencatat kenaikan angka kriminalitas sebesar 38,45 persen pada pekan ke-23 dan ke-24 di 2020 atau awal periode adaptasi new normal pada Juni.
Who (Siapa yang terlibat?) : Yang terlibat dalam peristiwa tersebut yaitu Porli, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, dan para pelaku kejahatan.
Where (Dimana peristiwa itu terjadi?) : Peristiwa tersebut terjadi di Indonesia.

When (Kapan peristiwa itu terjadi?) : Peristiwa itu terjadi pada per 17 Juni 2020 lalu..
Why (Mengapa peristiwa itu terjadi?) : Awi menuturkan kenaikan angka kriminalitas itu diduga karena masa transisi menuju tatanan kehidupan baru (new normal) saat pandemi Virus Corona. "Pada masa transisi menuju new normal, aktivitas masyarakat menjadi meningkat, seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, para pelaku kejahatan juga memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan aksinya," tuturnya. Meski angka kriminalitas meningkat, Awi menyebut secara umum kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) masih dalam keadaan aman dan kondusif.
How (Bagaimana proses dari kejadian tersebut?) : Polri mencatat kenaikan angka kriminalitas sebesar 38,45 persen pada pekan ke-23 dan ke-24 di 2020 atau awal periode adaptasi new normal pada Juni. Rinciannya, sebanyak 4.244 kasus pada minggu ke-23, dan pada minggu ke-24 sebanyak 5.876 kasus. "Atau mengalami kenaikan sebanyak 1.632 kasus," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan, Selasa (16/6). Pada periode ini, Polri mencatat ada lima kasus besar yang termasuk dalam jenis kejahatan konvensional. Pertama, pencurian dengan pemberatan meningkat sebanyak 282 kasus atau 68,61 persen. Kedua, kasus penggelapan naik sebanyak 421 kasus atau 42,71 persen. Ketiga, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda dua naik sebesar 98,25 persen atau sebanyak 226 kasus. Keempat, kasus narkotik naik 94 kasus atau sebesar 14,48 persen. Kelima, kasus perjudian meningkat sebanyak 104 kasus atau sebesar 100 persen.




BERITA 4

Korea Utara Ledakkan Kantor Penghubung dengan Korea Selatan di Kaesong

           Asap terlihat dari Kaesong, kota di perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan, pada 16 Juni 2020. Korea Utara disebut sudah meledakkan kantor penghubung dengan Korsel di Kaesong. Korea Utara dilaporkan meledakkan kantor penghubung dengan Korea Selatan, babak baru dalam ketegangan dua negara."Utara menghancurkan Kantor Penghubung Kaesong pada pukul 14.49," kata Kementerian Unifikasi Korsel dalam pesan peringatan kepada awak media. Kantor berita Yonhap melaporkan, peringatan itu muncul beberapa menit setelah suara leedakan terdengar, dengan kepulan asap terlihat di Kaesong. Dilansir AFP Selasa (16/6/2020), kantor penghubung antara Korea Utara dengan Korea Selatan itu didirikan dua tahun yang lalu. Penghancuran tersebut terjadi setelah adik Pemimpin Korut Kim Jong Un, Kim Yo Jong, melontarkan ancaman pada akhir pekan."Tidak lama lagi, adegan tragis di mana kantor penghubung antara Utara dan Selatan yang tak berguna akan terjadi," ancam Kim Yo Jong. Analis menyatakan, Pyongyang berusaha memanfaatkan krisis ini untuk menekan Seoul supaya membujuk AS melakukan konsensi dalam perundingan denuklirisasi. Sejak akhir Juni, Pyongyang sudah melontarkan serangkaian serangan verbal ke Seoul buntut aktivitas para pembelot di perbatasan.

Unsur-unsur berita :
What (Apa yang terjadi?) :  Korea Utara ledakan kantor penghubung dengan Korea Selatan di Kaesong. Asap terlihat dari Kaesong, kota di perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan, pada 16 Juni 2020. Korea Utara disebut sudah meledakkan kantor penghubung dengan Korsel di Kaesong.
Who (Siapa yang terlibat?) : Yang terlibat dalam peristiwa tersebut yaitu Presiden Moon Jae-in, pemerintah Kosel & Korut, Kementrian Korsel & Korut.
 Where (Dimana peristiwa itu terjadi?) : Peristiwa tersebut terjadi di Roma, Kaesong, Korea Utara.
When (Kapan peristiwa itu terjadi?) : Peristiwa itu terjadi sejak Selasa,16 Juni 2020.
Why (Mengapa peristiwa itu terjadi?) : Penghancuran tersebut terjadi setelah adik Pemimpin Korut Kim Jong Un, Kim Yo Jong, melontarkan ancaman pada akhir pekan."Tidak lama lagi, adegan tragis di mana kantor penghubung antara Utara dan Selatan yang tak berguna akan terjadi," ancam Kim Yo Jong. Analis menyatakan, Pyongyang berusaha memanfaatkan krisis ini untuk menekan Seoul supaya membujuk AS melakukan konsensi dalam perundingan denuklirisasi. Sejak akhir Juni, Pyongyang sudah melontarkan serangkaian serangan verbal ke Seoul buntut aktivitas para pembelot di perbatasan.
How (Bagaimana proses dari kejadian tersebut?) : Para pembelot Korea Utara itu sering mengirim barang seperti USB berisi drama Korea Selatan, uang pecahan 1 dollar, dan pamflet melalui balon.Pamflet yang biasanya disebar oleh para pembangkang Korut melalui balon tersebut berisi kritikan untuk Kim Jong Un, mulai dari tudingan pelanggaran HAM hingga ambisi nuklir. sebenarnya sudah berusaha melarang mereka, karena khawatir aktivitas tersebut bisa memicu risiko warga yang berada di perbatasan. Namun, Korea Utara menganggap negara tetangganya itu belum cukup menindak pembangkang, sehingga memberikan ancaman kepada Negeri "Ginseng".
Pekan lalu, pemerintah negeri komunis mengumumkan mereka berencana untuk memutus segala hubungan komunikasi dengan Korsel. Cheong Seong-chang, Direktur Sejong Institute's Center for North Korean Studies mengatakan, Pyongyang frustrasi dengan sikap tetangganya itu.
 pandangan Cheong, Korsel dianggap gagal memberikan solusi agar perundingan Korut-AS tetap berlanjut. Jadi, mereka menciptakan kondisi yang bisa menyelamatkan mereka."Di sini mereka menganggap bahwa peran Korea Selatan sebagai mediator negosiasi dua negara sudah gagal," jelas Cheong. Kantor perwakilan di wilayah Kaesong tersebut dibuka pada September 2018, beberapa hari sebelum Presiden Moon Jae-in terbang ke Pyongyang untuk menemui Kim.



BERITA 5

COVID-19 di AS Tembus 2,16 Juta Kasus Per 15 Juni 2020

        Kasus infeksi virus corona terus meningkat di AS. Jumlah kasus COVID-19 di Amerika Serikat terus meningkat setiap harinya menjadi setidaknya 2.162.228 menurut Worldometers, dikutip Tirto pada Senin (15/6/2020) pukul 13.26 WIB. Angka tersebut adalah akumulasi jumlah kasus setelah bertambah 20.004 pasien COVID-19 dalam kurun satu hari. Peningkatan tersebut juga selaras dengan angka kematian yang bertambah 331 menjadi 117.858 jiwa. Episentrum wabah virus corona di Amerika Serikat, New York, tercatat dengan kenaikan kasus sebesar 661 menjadi 404.470 kasus. Namun, kenaikan tertinggi dicatat California dengan total penambahan 2.615 kasus dalam 24 jam menjadi 152.882. Total tersebut menjadikan California sebagai negara bagian ketiga dengan total kasus terbanyak setelah New York dan New Jersey yang memiliki 169.441 kasus. Pasien yang dinyatakan sembuh telah mencapai 870.050 orang menurut catatan Worldometers. Hingga saat ini, terdapat 1.174.320 pasien aktif COVID-19 yang tengah menjalani perawatan atau sekitar 6.532 orang dari 1 juta populasi berdasarkan pemetaan. Sementara itu, pemerintah AS bersama tenaga kesehatan terus meningkatkan jumlah pemeriksaan tes yang telah mencapai setidaknya 24.794.617 tes di seluruh negara bagian AS atau 74.908 per 1 juta populasi.

Unsur-unsur berita :
What (Apa yang terjadi?) : Kasus infeksi virus corona terus meningkat di AS.
Who (Siapa yang terlibat?) : Yang terlibat dalam peristiwa tersebut yaitu  Pemerintah Amerika Serikat, Warga New York, Gubernur New York Andrew M Cuomo.
Where (Dimana peristiwa itu terjadi?) : Peristiwa tersebut terjadi di New York, Amerika Serikat (AS)
When (Kapan peristiwa itu terjadi?) : Peristiwa itu terjadi per 16 Juni 2020.
Why (Mengapa peristiwa itu terjadi?) : Kasus COVID-19 terus meningkat di hampir seluruh negara bagian Amerika Serikat. Negara-negara bagian dan kota-kota di Amerika Serikat masih melanjutkan pembukaan kembali wilayahnya untuk alasan ekonomi. Sementara itu, terjadi pula demonstrasi besar yang terjadi di negara-negara bagian AS selama beberapa hari terakhir. Kedua hal tersebut diprediksikan sebagai faktor pemicu gelombang kedua infeksi COVID-19 dikutip dari The Guardian. Profesor Pediatri di Perelman School of Medicine di Universitas Pennsylvania David Rubin mengatakan bahwa gelombang kedua dapat dihindari, meski peningkatan kasus terus terjadi. “Pada akhirnya, semua kembali pada norma dan rutinitas di masyarakat," ungkapnya dilansir The Guardian. Rubin melanjutkan, jika masyarakat mencoba kembali pada rutinitas sebelum wabah ada dan tidak melindungi diri mereka dengan masker dan sebagainya, maka akan tetap ada risiko terjadinya gelombang kedua COVID-19.
How (Bagaimana proses dari kejadian tersebut?) : Gubernur Cuomo dan Lockdown. Pembukaan kembali telah diterapkan diberbagai negara bagian Amerika serikat termasuk New York. Hal ini membuat masyarakat mulai keluar rumah, dan tidak menerapkan jarak fisik sebagai salah satu cara menekan penyebaran virus corona. Bahkan, banyak di antaranya keluar tanpa mengenakan masker. Sementara itu, Gubernur New York Andrew M Cuomo mengatakan bahwa negara bagian tersebut telah dibanjiri dengan setidaknya 25.000 keluhan terkait bisnis (restoran, bar, lounge) yang menyalahi aturan pembukaan kembali. Menanggapi hal tersebut, Cuomo menegaskan kepada para pejabat setempat untuk mengambil tindakan atau ia akan mencabut kebijakan pembukaan kembali tersebut. Ia juga menambahkan bahwa masyarakat tidak boleh mengabaikan aturan jaga jarak fisik, memakai masker, guna menghindari gelombang kedua infeksi virus COVID-19. Tidak hanya Cuomo, pejabat negara bagian lain juga mengatakan hal serupa termasuk pejabat Houston, Texas. Dalam laporan CBS, para pejabat wilayah tersebut kemungkinan besar akan menerapkan kembali larangan keluar rumah guna menghindari peningkatan kasus COVID-19. Di sisi lain, Deputi Penyakit Menular CDC Jay Butler mengingatkan jika kasus COVID-19 terus meningkat secara signifikan, penting untuk menerapkan kembali larangan keluar rumah demi mengontrol infeksi virus yang menyerang paru-paru ini.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar